4

SAYA INI… SEDANG FUTUR

Posted by rifar08 on 27/07/2010 in Academic |
SAYA INI... SEDANG FUTUR
 
saya ini sedang futur
terbukti dengan ogah-ogahan datang ke pengajian tiap
pekan
dengan alasan klasik kuliahlah, lelahlah, kerjalah,
sibuklah, inilah, itulah
 
saya ini sedang futur
jarang baca buku tentang Islam, lagi demen baca koran
dulu tilawah tidak pernah ketinggalan sekarang satu
lembar udeh lumayan
tilawah sudah tidak berkesan
nonton layar emas ketagihan
 
saya ini sedang futur
mulai malas sholat malam, jarang bertafakkur
ba'da shubuh, kanan kiri salam, lantas kembali
mendengkur
apalagi waktu libur, sampai menjelang dzuhur
 
saya ini sedang futur
lihat perut semakin buncit, karena junkfood dan
pangsit
kalo infaq mulai sedikit dan mulai pelit
apalagi shaum sunnah, perut rasanya ogah
 
ente tau ane lagi futur
sedikit dzikir, banyakan tidur belajar ngawur
IP pun hancur
shohib- shohib kagak ada yang negur
  Read more...

5

Tausyiah “Jejak kaki di pasir”

Posted by rifar08 on 11/07/2010 in Academic |

Suatu malam seorang laki-laki bermimpi. Ia bermimpi sedang berjalan kaki di pantai bersama Tuhan. Mereka berjalan beriringan melintasi pantai berpasir yang merupakan kilasan kehidupan yang pernah dilalui oleh laki-laki itu. Pada setiap babak kehidupanya, ia sadari ada dua pasang jejak kaki diatas pasir yg dia lalui. Satu jejak kaki miliknya, dan satu lagi adalah jejak kaki milik Tuhan yang menemaninya berjalan. Ketika ia berhasil melewati babak terakhir dari lintasan kehidupannya ia sempat menoleh kebelakang dan melihat jejak-jejak kaki yang tertinggal dipasir. Ia baru sadar jika ternyata banyak sekali dalam kilasan kehidupannya selama ini, hanya ada satu pasang jejak kaki saja. Dan parahnya lagi, hal itu sering terjadi pada saat ia melalui masa-masa yang sangat sulit dan menyedihkan dalam hidupnya. Ia kemudian bertanya kepada Tuhan. “Tuhan, Engkau berjanji jika aku memutuskan untuk mengikuti jalan-MU, Engkau akan berjalan mengiringiku sepanjang jalan. Tapi mengapa, ketika saya harus melewati masa-masa yang paling sulit
dalam hidupku, hanya ada satu pasang jejak kali dipasir. Saya tidak mengerti Tuhan, mengapa ketika aku sangat membutuhkanmu, kamu malah meninggalkan aku ?” Tuhan lalu menjawab, “Wahai hambaku yang paling berharga, Aku mencintaimu dan Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Ketahuilah, selama masa sulitmu, ketika kamu hanya menjumpai satu pasang jejak kaki, itu adalah Jejak kaki-KU. Ketika itu aku sedang menggendongmu.

Copyright © 2010-2017 the_petani's All rights reserved.
This site is using the Desk Mess Mirrored theme, v2.4, from BuyNowShop.com.